logo

Supa AI

Latent Space

Back

Nomura Pangkas Rating Saham RI: Efek Domino Pasca Peringatan MSCI

Curated by Supa AI

💰 Economy
Source 1
Source 2
Source 3
+2
5 Sources
Last updated 27 d ago
Nomura Pangkas Rating Saham RI: Efek Domino Pasca Peringatan MSCI

Ringkasan

  • Nomura Holdings Inc. telah menurunkan peringkat saham Indonesia dari overweight menjadi netral, mengikuti langkah Goldman Sachs dan UBS.
  • Penurunan rating ini dipicu oleh peringatan MSCI terkait kelayakan investasi dan potensi arus keluar dana pasif jika Indonesia direklasifikasi ke frontier market.
  • IHSG sempat anjlok 5,31% pada 2 Februari 2026, mencerminkan sentimen risk-off global dan kekhawatiran investor.
  • Regulator pasar keuangan Indonesia berupaya menstabilkan pasar dengan mengarahkan Danantara membeli saham dan rencana meningkatkan free float menjadi 15%.
  • Ketidakpastian reformasi dan pelemahan harga komoditas global masih membayangi prospek pasar saham Indonesia dalam jangka pendek.

Timeline

28–29 Januari 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8% dan mengalami dua kali trading halt setelah pengumuman MSCI.
Minggu lalu
MSCI menyoroti masalah kelayakan investasi pasar saham Indonesia, terutama terkait rendahnya free float saham, memicu kekhawatiran penurunan peringkat.
29 Januari 2026
Goldman Sachs Group Inc. menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight, memperingatkan potensi arus keluar dana pasif hingga US$13 miliar.
29 Januari 2026
UBS AG menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi netral dari overweight, menyoroti risiko MSCI dan peningkatan risiko regulasi pemerintah.
2 Februari 2026
IHSG terkoreksi hingga 5,31% pada penutupan sesi I, dipimpin oleh pelemahan saham sektor pertambangan dan energi.
2 Februari 2026
Regulator pasar keuangan Indonesia mengumumkan langkah reformasi, termasuk mengarahkan Danantara untuk membeli saham dan rencana menggandakan batas minimum free float menjadi 15%.
2 Februari 2026
PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimal Rp300 miliar untuk menjaga stabilitas harga.
2 Februari 2026
Nomura Holdings Inc. menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi netral dari overweight, menyusul langkah Goldman Sachs dan UBS.
2 Februari 2026
Saham TOWR menguat tipis 0,95% ke level Rp530 per lembar pada penutupan sesi I.
2 Februari 2026
Periode buyback saham TOWR direncanakan berlangsung hingga 1 Mei 2026.

Fact Check

Nomura Holdings Inc. menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi netral dari overweight.

Fakta ini disebutkan secara konsisten di semua sumber yang diberikan.

Penurunan peringkat oleh Nomura disebabkan oleh meningkatnya risiko investability dan potensi arus keluar dana pasif akibat peringatan MSCI.

Semua sumber mengkonfirmasi alasan ini sebagai pemicu utama penurunan rating saham Indonesia oleh Nomura.

Goldman Sachs memperingatkan potensi arus keluar dana pasif hingga US$7,8 miliar jika Indonesia direklasifikasi dari emerging market menjadi frontier market.

Angka dan skenario ini disebutkan secara konsisten di beberapa sumber, dengan Katadata memberikan angka total hingga US$13 miliar termasuk risiko FTSE Russell.

Regulator pasar keuangan Indonesia berencana menggandakan batas minimum free float saham menjadi 15%.

Verified from 2 sources

Kedua sumber ini secara eksplisit menyebutkan rencana regulator mengenai peningkatan batas minimum free float.

PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) akan melakukan buyback saham senilai maksimal Rp300 miliar dari 2 Februari 2026 hingga 1 Mei 2026.

Verified from 1 sources

Fakta ini didetailkan dalam satu sumber, dan tidak dikontradiksi oleh sumber lain.