logo

Supa AI

Latent Space

Back

PDIP Pilih 'Penyeimbang' dari Oposisi di Era Prabowo, Demokrasi Terancam?

Curated by Supa AI

🏛️ Politics
Source 1
Source 2
Source 3
+7
10 Sources
Last updated 64 d ago
PDIP Pilih 'Penyeimbang' dari Oposisi di Era Prabowo, Demokrasi Terancam?

Ringkasan

  • Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara resmi mendeklarasikan diri sebagai "partai penyeimbang" terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto setelah Rakernas I pada 10-12 Januari 2026.
  • Politikus muda PDIP, Aryo Seno Bagaskoro, menjelaskan bahwa istilah penyeimbang dipilih karena konstitusi Indonesia tidak mengenal oposisi, dan PDIP tidak ingin selalu menganggap pemerintah salah.
  • Keputusan ini memicu kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan pengamat politik, yang menilai demokrasi memerlukan oposisi kuat sebagai pengawas agar kekuasaan tidak berjalan tanpa koreksi.
  • Prof. Zainal Arifin Mochtar dari UGM bahkan menyatakan bahwa kegagalan demokrasi Indonesia terletak pada pemilu yang tidak jurdil dan upaya sistematis untuk mematikan oposisi, yang telah menjadi 'pekerjaan rumah' setiap presiden.
  • Beberapa pengamat, seperti Erik Ardiyanto dari Universitas Paramadina, memperingatkan bahwa koalisi yang terlalu gemuk dan minim oposisi dapat mengarah pada "tirani konsensus" dan pelemahan fungsi legislasi serta pengawasan.

Timeline

5 Januari 2025
Guru Besar Hukum Tata Negara UGM, Prof. Zainal Arifin Mochtar, dalam wawancara dengan Akbar Faizal, menyatakan kegagalan mendasar demokrasi Indonesia terletak pada pemilu yang tidak jujur dan adil (jurdil) serta upaya sistematis mematikan oposisi.
6 Januari 2026
Profesor UGM Zainal Arifin Mochtar menyoroti kegagalan demokrasi Indonesia karena pemilu tidak jurdil dan oposisi sengaja dimatikan, menyebut setiap presiden berupaya menghancurkan oposisi.
9 Januari 2026
Pribakti B, seorang dokter senior, dalam opininya di Info Banua, menyatakan demokrasi tanpa oposisi membahayakan karena penguasa cenderung tidak peduli pada kepentingan rakyat dan kehilangan denyut kritik.
10 Januari 2026
Kompasiana.com merilis artikel yang menyoroti 'koalisi gemuk dan oposisi kurus' yang mengakibatkan demokrasi kehilangan penyeimbang, di mana kritik sering dianggap tidak nasionalis.
11 Januari 2026
Politikus muda PDIP, Aryo Seno Bagaskoro, menjelaskan alasan PDIP memilih istilah 'partai penyeimbang' dibanding 'oposisi' dalam sesi konferensi pers di Rakernas I PDIP di Ancol, Jakarta Utara.
11 Januari 2026
Dosen Universitas Paramadina, Erik Ardiyanto, dalam opininya di Sindo News, membahas senjakala oposisi dalam 'labirin koalisi permanen', menunjukkan anomali politik Indonesia yang mencemaskan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
10-12 Januari 2026
PDIP menggelar Rakernas di Ancol untuk membahas berbagai isu dan menentukan sikap politik partai, termasuk posisi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
12 Januari 2026
PDI Perjuangan secara resmi mengumumkan posisi politiknya sebagai 'partai penyeimbang' terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, melalui pembacaan Rekomendasi Eksternal Rakernas I Tahun 2026.

Fact Check

PDIP memilih istilah partai penyeimbang, bukan partai oposisi, untuk menyikapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Beberapa sumber berita mengkonfirmasi bahwa PDIP secara resmi mengumumkan posisi sebagai 'partai penyeimbang' setelah Rakernas I.

Dalam konstitusi Indonesia, tidak dikenal istilah oposisi.

Verified from 1 sources

Politikus muda PDIP, Seno Bagaskoro, menyatakan hal ini dalam konferensi pers Rakernas PDIP.

Demokrasi tanpa oposisi yang kuat adalah kekuasaan tanpa koreksi.

Pandangan ini disuarakan oleh beberapa pengamat dan akademisi, menunjukkan kekhawatiran umum tentang hilangnya fungsi pengawasan.

Setiap presiden di Indonesia menjadikan penghancuran oposisi sebagai pekerjaan rumah pertama.

Verified from 1 sources

Prof. Zainal Arifin Mochtar dari UGM menyampaikan pernyataan ini, mengindikasikan pola historis dalam politik Indonesia.

Pemerintahan tanpa oposisi adalah kekuasaan tanpa pengingat.

Pribakti B dan TIMES Indonesia menyuarakan pentingnya oposisi sebagai pengingat kekuasaan.

Sources

Usai Rakernas, PDIP menegaskan posisi politik sebagai partai penyeimbangANTARA News Yogyakarta

Usai Rakernas, PDIP menegaskan posisi politik sebagai partai penyeimbang

PDI Perjuangan secara resmi mengumumkan posisi politiknya dalam peta pemerintahan nasional melalui pembacaan Rekomendasi Eksternal Rakernas I Tahun ...

Demokrasi Tanpa Oposisi Membahayakaninfobanua.co.id

Demokrasi Tanpa Oposisi Membahayakan

Oleh: Pribakti B *) Hari-hari ini kita hidup dalam suasana tampak demokratis, tapi kehilangan denyut…

Alasan PDIP pilih istilah penyeimbang dibanding oposisiMSN

Alasan PDIP pilih istilah penyeimbang dibanding oposisi

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memilih istilah partai penyeimbang, bukan partai oposisi, untuk menyikapi pemerintahan Presiden Prabowo...

Usai Rakernas I, PDIP Kembali Tegaskan Jadi Partai Penyeimbang Pemerintah PrabowoVOI.ID

Usai Rakernas I, PDIP Kembali Tegaskan Jadi Partai Penyeimbang Pemerintah Prabowo

PDI Perjuangan (PDIP) kembali menegaskan posisinya dalam peta pemerintahan nasional melalui pembacaan Rekomendasi Eksternal Rakernas I Tahun 2026.

Senjakala Oposisi dalam Labirin Koalisi PermanenSINDOnews Nasional

Senjakala Oposisi dalam Labirin Koalisi Permanen

Erik Ardiyanto Dosen Universitas Paramadina. Konsolidasi Elite di Atas Kepentingan Rakyat. MEMASUKI triwulan pertama tahun 2026, wajah politik Indonesia...

Alasan PDIP Pilih Istilah Penyeimbang Dibanding OposisiTempo.co

Alasan PDIP Pilih Istilah Penyeimbang Dibanding Oposisi

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memilih istilah partai penyeimbang, bukan partai oposisi, untuk menyikapi pemerintahan Presiden Prabowo...

Koalisi Gemuk Oposisi Kurus : Demokrasi yang Kehilangan Penyeimbang - Kompasiana.comKompasiana.com

Koalisi Gemuk Oposisi Kurus : Demokrasi yang Kehilangan Penyeimbang - Kompasiana.com

Dalam kondisi ini, kritik sering dianggap sebagai sikap tidak nasionalis atau penghambat pembangunan. Padahal justru sebaliknya, demokrasi tanpa oposi.

PDIP Beberkan Alasan Tetap Jadi Partai Penyeimbang Ketimbang OposisiInilah.com

PDIP Beberkan Alasan Tetap Jadi Partai Penyeimbang Ketimbang Oposisi

Politikus muda PDIP, Seno Bagaskoro membeberkan alasan di balik posisi partainya yang memilih sebagai parpol penyeimbang di pemerintahan era Prabowo S...

Demokrasi Tanpa OposisiTIMES Indonesia

Demokrasi Tanpa Oposisi

Demokrasi tidak hanya membutuhkan pemimpin, tetapi juga penantang. Tidak hanya membutuhkan koalisi, tetapi juga oposisi.

Profesor UGM: Pemilu Indonesia tak Jurdil, Oposisi Sengaja DimatikanINAnews

Profesor UGM: Pemilu Indonesia tak Jurdil, Oposisi Sengaja Dimatikan

INAnews.co.id, Jakarta– Guru Besar Hukum Tata Negara UGM, Prof. Zainal Arifin Mochtar, mengungkapkan kegagalan mendasar demokrasi Indonesia terletak pada...