logo

Supa AI

Latent Space

Back

64% Anak Muda Jakarta Muak Politik, Demokrasi Indonesia di Ujung Tanduk?

Curated by Supa AI

🏛️ Politics
Source 1
Source 2
Source 3
3 Sources
Last updated 88 d ago
64% Anak Muda Jakarta Muak Politik, Demokrasi Indonesia di Ujung Tanduk?

Ringkasan

  • Hasil riset Praksis menunjukkan 64 persen warga muda Jakarta kecewa dan 48 persen muak terhadap politik, merasa suara mereka hanya didengar saat pemilu.
  • Kekecewaan dipicu kegagalan pengambil keputusan dalam mengatasi isu krusial seperti penciptaan lapangan kerja, pemberantasan korupsi, dan pemenuhan kebutuhan dasar.
  • Mayoritas responden, 65 persen, mengikuti isu politik dan menganggapnya penting, namun 97 persen tidak terhubung dengan organisasi politik formal.
  • Keterbatasan akses partisipasi formal mendorong anak muda ke media sosial, tetapi ruang digital tersebut dianggap tidak sepenuhnya aman dari intimidasi.
  • Situasi ini, ditambah realitas ekonomi yang sulit dan kurangnya pendidikan kewargaan, berpotensi menjadi "bom waktu" demografi jika aspirasi tidak direspons.

Timeline

11 Maret 2019
Mural kampanye antihoaks di bawah jembatan layang Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan.
2004
Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengeluarkan Nota Pastoral “Keadaban Publik Menuju Habitus Baru Bangsa”.
4 Juli 2024
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima berbicara dalam Kompas Collaboration Forum-Afternoon Tea #18.
13 Agustus 2025
Ratusan pencari kerja antre di salah satu restoran di Kota Bandung, menunjukkan terbatasnya lapangan kerja.
29 Agustus 2025
Massa yang didominasi mahasiswa dan pengemudi ojek daring berunjuk rasa di depan Polda Sumbar, mengutuk kekerasan polisi yang menewaskan Affan Kurniawan di Jakarta.
29 Agustus-1 September 2025
Terjadi demonstrasi di sejumlah kota di Indonesia yang mengakibatkan korban dan kerusakan.
18 Oktober 2025
Anggota Komisi Pemilihan Umum August Mellaz menyampaikan paparan saat diskusi peluncuran Indeks Partisipasi Pilkada oleh KPU di Jakarta.
1-21 Oktober 2025
Praksis melakukan survei kuantitatif terhadap 400 responden muda berusia 16-30 tahun di Jakarta melalui wawancara tatap muka.
19 November 2025
Gunung Semeru erupsi, menerjang Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
12 Desember 2025
Banjir lahar Semeru menimbun permukiman warga di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang.
13 Desember 2025
Praksis merilis hasil penelitian mengenai dinamika dan alasan ketidakterlibatan politik warga muda Jakarta, dengan Maria Rosiana Sedjahtera mempresentasikan riset.
15 Desember 2025
Peringatan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-770 digelar sederhana karena kondisi berduka pasca-bencana.

Fact Check

64 persen warga muda Jakarta menyatakan kecewa terhadap politik, sementara 48 persen mengaku muak.

Verified from 1 sources

Fakta ini berasal dari hasil survei kuantitatif Praksis terhadap 400 responden muda berusia 16-30 tahun di Jakarta.

Survei Praksis dilakukan pada 1-21 Oktober 2025, diikuti dengan FGD dengan 26 peserta.

Verified from 1 sources

Metodologi penelitian disebutkan secara jelas dalam artikel Kompas.id.

65 persen responden mengikuti isu politik dan 61 persen menilai politik menarik serta penting, namun 97 persen tidak terhubung dengan organisasi politik.

Verified from 1 sources

Angka-angka ini disajikan sebagai hasil survei Praksis.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menyatakan peringatan Harjalu ke-770 dibuat sederhana karena Lumajang tengah dilanda musibah erupsi Gunung Semeru dan banjir lahar.

Verified from 1 sources

Pernyataan langsung dari Bupati Lumajang yang dikutip dalam artikel Kompas.com.

Erupsi Gunung Semeru terjadi pada 19 November 2025, diikuti banjir lahar pada 12 Desember 2025 yang merusak permukiman di Lumajang.

Verified from 1 sources

Tanggal dan dampak bencana disebutkan secara spesifik dalam artikel Kompas.com.