logo

Supa AI

Latent Space

Back

412 Kepala Daerah Korupsi: Mendagri Evaluasi Pilkada Langsung!

Curated by Supa AI

🏛️ Politics
Source 1
Source 2
Source 3
+11
14 Sources
Last updated 89 d ago
412 Kepala Daerah Korupsi: Mendagri Evaluasi Pilkada Langsung!

Ringkasan

  • Mendagri Tito Karnavian menyatakan akan mengevaluasi sistem Pilkada langsung menyusul maraknya kasus korupsi kepala daerah, termasuk penangkapan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya oleh KPK.
  • Ardito Wijaya diduga menggunakan Rp 5,25 miliar dari total Rp 5,75 miliar dana suap untuk melunasi utang kampanye Pilkada 2024, menyoroti tingginya biaya politik.
  • Prof. Dr. Djohermansyah Djohan mencatat 412 kepala daerah terjerat korupsi sejak Pilkada langsung 2005, menunjukkan masalah sistemik yang serius.
  • Usulan untuk mengembalikan Pilkada ke DPRD kembali mengemuka dari Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, namun pakar mengingatkan bahwa hal ini tidak menjamin hilangnya korupsi dan bisa memindahkan arena transaksi ke elite.
  • Peneliti Pukat UGM, Zaenur Rohman, dan Koordinator Nasional JPPR, Rendy NS. Umboh, sepakat bahwa akar korupsi adalah biaya politik tinggi, lemahnya pengawasan, dan integritas individu, bukan semata mekanisme pemilihan.

Timeline

14 Maret 2000
Artikel Kompas berjudul 'Politik Uang Pemilihan Kepala Daerah: Anggota Dewan, Kiri-Kanan Oke' diterbitkan, mengungkap praktik politik uang saat pilkada melalui DPRD.
15 Maret 2000
Artikel Kompas berjudul 'Politik Uang Pemilihan Kepala Daerah: Kejarlah Calon Gubernur, Uang Kutangkap' diterbitkan, melanjutkan pembahasan praktik politik uang saat pilkada melalui DPRD.
Februari 2000
Kasus politik uang di Boyolali terjadi, dengan harga satu suara anggota DPRD berkisar Rp 50 juta hingga Rp 75 juta.
2000-2005
Pemilihan bupati Lampung Selatan periode ini diwarnai praktik transaksi politik, dengan tim sukses mendatangi rumah anggota DPRD dan memberikan uang tunai.
1 Juni 2005
Sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung mulai diterapkan di Indonesia.
2019
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mulai melempar gagasan untuk mengubah sistem pilkada langsung menjadi pemilihan melalui DPRD.
2024
Pilkada langsung diwarnai biaya kampanye yang tinggi, yang kemudian menjadi pemicu korupsi untuk melunasi utang.
10 Desember 2025
Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus suap proyek pengadaan barang dan jasa.
11 Desember 2025
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan akan mengevaluasi sistem Pilkada langsung menyusul banyaknya kasus korupsi kepala daerah.
11 Desember 2025
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengusulkan perubahan sistem Pilkada menjadi dipilih oleh DPRD dengan alasan biaya tinggi.
12 Desember 2025
Peneliti Pukat UGM, Zaenur Rohman, menyoroti sistem politik berbiaya tinggi dan lemahnya pengawasan sebagai akar korupsi kepala daerah.
13 Desember 2025
Koordinator Nasional JPPR Rendy NS. Umboh menyatakan OTT kepala daerah tidak berkorelasi dengan sistem pemilihan langsung, melainkan masalah integritas individu.

Fact Check

Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya ditangkap KPK pada 10 Desember 2025 dan diduga menerima aliran dana Rp 5,75 miliar, dengan Rp 5,25 miliar digunakan untuk melunasi utang kampanye Pilkada 2024.

Fakta ini dikonfirmasi oleh enam sumber berita yang berbeda, termasuk rincian jumlah dana dan tujuan penggunaannya.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai Pilkada langsung tidak otomatis menghasilkan kepala daerah yang baik dan akan mengevaluasi mekanisme rekrutmen kepala daerah.

Pernyataan Mendagri Tito Karnavian ini konsisten di dua sumber berita dari media nasional.

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengusulkan agar Pilkada kembali dipilih oleh DPRD karena alasan biaya tinggi, dan Presiden Prabowo Subianto akan mempertimbangkannya.

Usulan Bahlil dan respons Presiden Prabowo dikonfirmasi oleh tiga sumber berita.

Sebanyak 412 kepala daerah telah terjerat kasus korupsi sejak sistem pemilihan langsung diterapkan pada 1 Juni 2005, menurut Prof. Dr. Djohermansyah Djohan.

Verified from 2 sources

Angka ini disebutkan secara konsisten oleh dua sumber yang mengutip Prof. Dr. Djohermansyah Djohan.

Pemilihan kepala daerah melalui DPRD sebelum tahun 2005 juga diwarnai praktik politik uang dan transaksi tertutup di kalangan elite parlemen daerah.

Verified from 2 sources

Dua sumber secara terperinci menjelaskan praktik politik uang pada era Pilkada tidak langsung, mengindikasikan bahwa masalah korupsi tidak hilang, hanya berpindah arena.

Sources

Korupsi Bukan Anak Kandung Pemilihan LangsungSiaga Indonesia

Korupsi Bukan Anak Kandung Pemilihan Langsung

Oleh: Radhar Tribaskoro. HAMPIR setiap kali kasus korupsi meledak—dan di negeri ini ledakannya memang terasa tak berkesudahan—kita segera mencari kambing...

Jejak Politik Uang Saat Kepala Daerah Masih Dipilih oleh DPRDKompas.id

Jejak Politik Uang Saat Kepala Daerah Masih Dipilih oleh DPRD

Usulan mengembalikan pemilihan kepala daerah melalui DPRD kembali mengemuka di tengah maraknya kasus korupsi yang menjerat kepala daerah.

Korupsi Kepala Daerah Terulang, Pengamat: Politik Mahal, Pengawasan LoyoMetroTVNews.com

Korupsi Kepala Daerah Terulang, Pengamat: Politik Mahal, Pengawasan Loyo

Karena akar masalahnya, yaitu sistem politik yang berbiaya tinggi dan lemahnya pengawasan tidak teratasi.

Mendagri: Pilkada langsung tak otomatis kepala daerahnya baikAntaranews Jatim

Mendagri: Pilkada langsung tak otomatis kepala daerahnya baik

Menteri Dalam Negeri Mendagri Tito Karnavian menilai sistem pemilihan kepala daerah Pilkada secara langsung tidak otomatis menghasilkan kepala daerah yang .

Mendagri: Pilkada Langsung Tak Otomatis Kepala Daerahnya BaikKompas.com

Mendagri: Pilkada Langsung Tak Otomatis Kepala Daerahnya Baik

Mendagri Tito Karnavian akan lakukan evaluasi setelah banyak kepala daerah terjerat korupsi, termasuk evaluasi sistem pemilihan kepala daerah.

Berapa Harga Demokrasi?RM.ID

Berapa Harga Demokrasi?

Kepala daerah terpilih, utang kampanye pilkada, korupsi dan OTT. Jalur tersebut seperti paket lengkap untuk beberapa kepala daerah.

OTT Kepala Daerah Jangan Dijadikan Alasan Ubah Sistem PilkadaMedia Indonesia

OTT Kepala Daerah Jangan Dijadikan Alasan Ubah Sistem Pilkada

Berulangnya tangkap tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi KPK terhadap kepala daerah tidak berkorelasi dengan sistem pemilihan langsung...

Akar Filosofis-Historis Pemilihan Langsung di Indonesiatangselpos.id

Akar Filosofis-Historis Pemilihan Langsung di Indonesia

APAKAH pemilihan langsung memiliki akar filosofis historis dalam realitas keindonesiaan? Kita akan mendalami pertanyaan ini lewat presensi sejarah aga.

SMP Negeri 1 Sluke Adakan Pesta Demokrasi Pemilihan Ketua OSIS, Periode 2025 – 2026Indonesia News

SMP Negeri 1 Sluke Adakan Pesta Demokrasi Pemilihan Ketua OSIS, Periode 2025 – 2026

Rembang, Indonesianews.co.id. Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP N) 1 Sluke, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada Sabtu (13/12/2025)...

Korupsi Kepala Daerah Tak Kunjung Reda, Sistem Pencegahan DisorotGoNews.co

Korupsi Kepala Daerah Tak Kunjung Reda, Sistem Pencegahan Disorot

JAKARTA – Deretan kepala daerah yang terseret kasus korupsi kembali memantik keprihatinan. Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Yudi Purno...

Darurat, 412 Kepala Daerah Terjerat Kasus Korupsirepublika.co.id

Darurat, 412 Kepala Daerah Terjerat Kasus Korupsi

ID, JAKARTA -- Guru besar IPDN sekaligus mantan Dirjen Otonomi Daerah Prof Dr Djohermansyah Djohan mendata terdapat 411 kepala daerah yang terlibat kasus...

Kepala Daerah Banyak Ditangkap terkait Kasus Korupsi, KPK Yakin karena Mahalnya Biaya Politikrepublika.co.id

Kepala Daerah Banyak Ditangkap terkait Kasus Korupsi, KPK Yakin karena Mahalnya Biaya Politik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyaknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi memunculkan tanda tanya besar terkait akar persoalan mereka melakukan...

Korupsi Bupati Lampung Tengah, KPK Sebut Efek Tingginya Mahar Politik & Biaya Pemilu - GenPI.coGenPI.co

Korupsi Bupati Lampung Tengah, KPK Sebut Efek Tingginya Mahar Politik & Biaya Pemilu - GenPI.co

Kasus korupsi yang menjerat Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya menunjukkan lemahnya rekrutmen partai politik. - GenPI.co.

Kasus Bupati Lampung Tengah, KPK nilai rekrutmen partai politik masih lemahANTARA News Kalteng

Kasus Bupati Lampung Tengah, KPK nilai rekrutmen partai politik masih lemah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memandang kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya menunjukkan lemahnya rekrutmen partai...