logo

Supa AI

Latent Space

Back

Bansos & Krisis Iklim: Daya Tahan RI Anjlok!

Curated by Supa AI

🏛️ Politics
Source 1
Source 2
Source 3
3 Sources
Last updated 26 d ago
Bansos & Krisis Iklim: Daya Tahan RI Anjlok!

Ringkasan

  • Ketua Senat Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Hilmar Farid, menyatakan bahwa kemampuan masyarakat Indonesia untuk berdaya telah berkurang drastis akibat krisis iklim dan politik bantuan sosial (bansos).
  • Bansos dinilai telah mengubah pola makan dan kebudayaan masyarakat, menyebabkan penurunan resiliensi dan menciptakan paradoks di mana petani bisa kelaparan meski tinggal di kawasan pertanian.
  • Kalender tradisional seperti pranata mangsa di Jawa, yang dulunya efektif, kini tidak lagi relevan akibat krisis iklim yang menyebabkan gagal panen rutin karena ketidakpastian cuaca.
  • Krisis multidimensi ini, mencakup lingkungan, sosial, politik, dan ekonomi, juga berdampak pada nelayan karena perubahan suhu air memengaruhi pergerakan ikan, memaksa mereka melaut lebih jauh.
  • Penurunan penerbitan obligasi berkelanjutan global sebesar 18,6% di paruh pertama 2025 menunjukkan tantangan ekonomi yang lebih luas, meskipun obligasi hijau masih mendominasi pasar.

Timeline

29 Juli 2025
Hilmar Farid menyampaikan kuliah umum 'Bumi, Sejarah, dan Kita; Membaca Ulang Nusantara dalam Krisis Iklim' yang disiarkan di YouTube Indonesia untuk Kemanusiaan.
Paruh pertama 2025
Penerbitan obligasi berkelanjutan global anjlok tajam 18,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
April 2025
China menerbitkan obligasi hijau senilai 6 miliar yuan ($824 juta).
Mei 2025
Pakistan meluncurkan sukuk hijau senilai 32 miliar rupee ($113 juta).
5 Agustus 2025
Kompas.com memberitakan penurunan kemampuan survival masyarakat Indonesia akibat bansos dan krisis iklim.

Fact Check

Masyarakat Indonesia telah kehilangan kemampuan berdaya akibat krisis iklim dan politik bantuan sosial (bansos).

Verified from 1 sources

Pernyataan langsung dari Ketua Senat IKJ, Hilmar Farid, yang dikutip Kompas.com.

Bansos mengubah pola makan dan kebudayaan masyarakat Indonesia, menyebabkan resiliensi menurun.

Verified from 1 sources

Hilmar Farid menyatakan hal ini dalam kuliah umum yang disiarkan Kompas.com.

Kalender tradisional seperti pranata mangsa di Jawa tidak lagi relevan akibat krisis iklim, yang mengganggu pranata efektif masyarakat.

Verified from 1 sources

Hilmar Farid mengemukakan hal ini sebagai dampak krisis iklim terhadap masyarakat Indonesia.

Gagal panen menjadi gejala rutin di Indonesia, dengan ribuan hektar lahan pertanian terdampak kelebihan atau kekurangan air.

Verified from 1 sources

Kompas.com melaporkan bahwa gagal panen adalah masalah berkelanjutan yang disebabkan oleh kondisi iklim.

Nelayan di Indonesia menghadapi masalah besar karena perubahan suhu memengaruhi pergerakan ikan, memaksa mereka melaut lebih jauh.

Verified from 1 sources

Hilmar Farid menjelaskan dampak krisis iklim langsung pada mata pencarian nelayan.